Gadis Jadi Tumbal Agar Panen sukses
Thursday, January 5, 2012
0
comments

Dua orang petani di distrik Bijapur negara bagian Chhattisgarh, India, ditahan atas tuduhan pembunuhan terhadap seorang gadis berusia tujuh tahun. Menurut pengakuan para tersangka, gadis itu dijadikan tumbal untuk kesuksesan panen mereka.
Dilansir dari The Times of India, Selasa 3 Januari 2012, kedua tersangka, Paddam Sukku dan Pignesh Kujur, membunuh Lalita Tati pada Oktober 2011. Mayat gadis malang ini ditemukan seminggu kemudian dengan kondisi mengenaskan, tubuhnya dimutilasi dan perutnya terbuka.
Menurut Rajendra Narayan Das, polisi di distrik Bijapur, kedua pelaku menculik Tati saat gadis itu berjalan pulang setelah menonton televisi di rumah tetangganya.Kedua pelaku memotong-motong tubuh Tati dan mengambil ginjalnya untuk dipersembahkan kepada dewa mereka di sebuah kuil. Keduanya mengaku melakukan aksi sadis ini demi kesuksesan panen mereka di masa mendatang.
Saat ini kepolisian Bijapur tengah mengumpulkan berbagai bukti lainnya untuk mendukung pengakuan tersangka. Jika terbukti bersalah, keduanya terancam hukuman seumur hidup atau hukuman mati.
Sukku dan Kujur adalah sebagian dari petani tradisional di Chhattisgarh yang masih memegang adat kesukuan yang primitif. Para penganutnya masih percaya sihir dan kerap datang ke dukun-dukun.
Lestarinya kepercayaan ini adalah karena kebodohan dan buta huruf di berbagai wilayah terpencil di India. Tumbal manusia memang jarang terjadi di negara tersebut, namun setiap tahunnya menyita perhatian.
Sumber: http://infokilat.com/info-kilat/6213
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul:
Gadis Jadi Tumbal Agar Panen sukses
Ditulis oleh redict
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke
https://behakabur.blogspot.com/2012/01/gadis-jadi-tumbal-agar-panen-sukses.html
. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.
Ditulis oleh redict
Rating Blog 5 dari 5
0 comments :
Post a Comment