Showing posts with label Global Warming. Show all posts
Showing posts with label Global Warming. Show all posts

~ Energi Terbarukan Dari Limbah Pabrik Kelapa Sawit ~

Posted by redict Wednesday, February 1, 2012 0 comments
Naiknya harga gas Elpiji (LPG) membuat kita tersadar bahwa bahan bakar yang ditambang dari perut bumi lambat-laun akan habis. Ketersediaan bahan bakar gas Elpiji akan semakin menipis dan harganya pun akan semakin membumbung tinggi. Sudah saatnya kita beralih ke sumber energi yang dapat diperbaharui. Salah satunya energi terbarukan dari limbah pabrik kelapa sawit.
Energi dari bahan tambang seperti minyak bumi dan gas bumi diperkirakan akan habis dalam waktu yang relatif singkat. Mau tidak mau Indonesia harus segera mencari sumber energi yang dapat diperbaharui (renewable energi) untuk memenuhi kebutuhan energi di masa depan. Salah satu sumber energi terbarukan yang belum banyak dimanfaatkan adalah energi dari biomassa.

Ditjen Listrik dan Pemanfaatan Energi telah menghitung potensi energi dari biomassa yang besarnya mencapai 50.000 MW, namun yang sudah dimanfaatkan hanya sebesar 302 MW. Salah satu biomassa yang jumlahnya sangat besar dan belum banyak dimanfaatkan adalah limbah pabrik kelapa sawit (PKS) yang jumlahnya mencapai ribuan ton.

Limbah pabrik kelapa sawit sangat melimpah. Saat ini diperkirakan jumlah limbah pabrik kelapa sawit (PKS) di Indonesia mencapai 28,7 juta ton limbah cair/tahun dan 15,2 juta ton limbah padat (TKKS)/tahun. Dari limbah tersebut dapat dihasilkan kurang lebih 90 juta m3 biogas. Jumlah ini setara dengan 187,5 milyar ton gas Elpiji. Jumlah biogas ini cukup untuk memenuhi kebutuhan gas satu milyar KK (kepala keluarga) selama satu tahun.

Quote:
Spoiler for Cerdas1":

Spoiler for Cerdas1":

Spoiler for Cerdas1":

Spoiler for Cerdas1":

Spoiler for Cerdas1":


BIOGAS

Biogas yang komponen utamanya gas metan (CH4) sebenarnya sudah mulai manfaatkan sejak beberapa puluh tahun yang lalu, namun tidak banyak dipergunakan masyarakat. Biogas yang dikenal masyarakat lebih banyak dihasilkan dari pengolahan kotoran ternak atau kotoran manusia. Sebenarnya biogas juga bisa dihasilkan dari biomassa yang lain.

Biogas lebih ramah lingkungan daripada BBM. Pembakaran biogas (metan) akan menghasilkan gas karbon dioksida (CO2) dan air (H2O). Kedua gas ini sama seperti gas yang dikeluarkan dari hidung manusia. Bandingkan dengan BBM yang banyak menyebabkan polusi udara.

Satu m3 gas metan dapat diubah menjadi energi sebesar 4700 – 6000 kkal atau 20 – 24 MJ. Energi sebesar itu setera dengan energi yang dihasilkan oleh 0,48 kg gas Elpiji (LPG). Penggunaan gas metan tidak hanya menghasilkan energi yang besar tetapi juga lebih ramah lingkungan.

Gas metan adalah gas yang dihasilkan dari perombakan anaerobik senyawa-senyawa organik, seperti limbah cair kelapa sawit. Secara alami gas ini dihasilkan pada kolam-kolam pengolahan limbah cair PKS. Limbah cair yang ditampung di dalam kolam-kolam terbuka akan melepaskan gas metan (CH4) dan karbon dioksida (CO2). Kedua gas ini merupakan emisi gas penyebab efek rumah kaca yang berbahaya bagi lingkungan. Selama ini kedua gas tersebut dibiarkan saja menguap ke udara.


Pembentukan gas metan melibatkan aktivitas mikroba yang sangat komplek. Beberapa kelompok mikroba tersebut secara bertahap akan merombak bahan organik di dalam limbah cair atau limbah padat hingga dihasilkan gas metan. Pertama, kelompok mikroba hidrolitik akan memecah-mecah bahan organik menjadi senyawa yang lebih kecil. Bahan organik komplek umumnya adalah polimer, hasil pecahannya adalah monomer-monomer. Hasil pemecahan bahan organik komplek tersebut antara lain: glukosa, asam amino, dan asam lemak.

Kedua, kelompok mikroba fermentasi asam. Kelompok mikroba ini akan merombak monomer-monomer organik menjadi asam, yaitu senyawa asam-asam organik, alkohol, dan keton. Tapap berikutnya kelompok mikroba acetogenik akan merombaknya menjadi asam asetat, CO2, dan H2. Selanjutnya kelompok mikroba menghasil metan (metanogenik) akan merubah asam-asam tersebut menjadi gas metan.

Perombakan bahan organik ini terjadi dalam kondisi tanpa oksigen (O2) yang disebut kondisi anaerob. Secara alami proses pembentukan gas metan ini sangat lambat dan gas yang dihasilkan juga sedikit. Untuk dapat merombak limbah PKS menjadi biogas dalam jumlah besar, diperlukan sedikit rekayasa.


Limbah cair ditempatkan pada tempat khusus yang disebut bioreaktor. Bioreaktor dapat diatur sedemikian rupa sehingga kondisinya optimum untuk memproduksi biogas. Dapat pula ditambahkan mikroba-mikroba yang akan mempercepat pembentukan gas metan.Bioreaktor ditutup rapat yang tidak memungkinkan gas metan yang dihasilkan keluar dari bioreaktor.

Gas metan dialirkan atau dipompa ke tangki penampungan. Gas yang sudah tertampung dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Gas metan dapat juga dimampatkan dan dicairkan yang kemudian ditampung di tabung-tabung yang lebih kecil, seperti layaknya tabung elpiji.

Proses pengolahan limbah padat TKKS menjadi biogas lebih sulit dibandingkan dengan limbah cair. TKKS adalah senyawa organik yang lebih komplek daripada limbah cair. TKKS harus dirobak atau didekomposisi terlebih dahulu sehingga mikroba metanogenik dapat memanfaatkannya untuk menghasilkan gas metan.

Spoiler for Cerdas1":

Spoiler for Cerdas1":

Spoiler for Cerdas1":

Spoiler for Cerdas1":
PEGEMBANGAN BIOGAS

Keunggulan gas metan terutama adalah sifatnya yang renewable (terbarukan) dan lebih ramah lingkungan dibandingkan BBM dan BBG. Gas metan dapat dihasikan dari limbah biomassa yang jumlahnya melimpah. Merombak limbah biomassa menjadi biogas selain dapat mensuplai kebutuhan energi juga dapat mengurangi pencemaran lingkungan.

Potensi dan keunggulan energi biogas dari gas metan saat ini menjadi perhatian banyak pihak. Tim peneliti yang diketuai oleh Dr. Siswanto dari Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia bekerjasama dengan salah satu PKS sedang mengembangkan teknologi biogas dari limbah cair dan padat kelapa sawit. Perusahaan besar dari Jepang, Mitshubishi, melakukan eksplorasi biogas dari limbah sawit secara besar-besaran di Malaysia mulai tahun 2004.

COGEN bekerjasama dengan ASEAN melakukan beberapa proyek di biogas di beberapa negara ASEAN untuk mengembangkan energi terbarukan dari limbah biomassa. Bank Pembangunan Asia (ADB) pada tahun 2005 memberi bantuan dana sebesar $ 500.000 kepada pemerintah Indonesia untuk mengembangkan biogas dari limbah PKS.

Biogas telah dimanfaatkan secara luas di beberapa negara. Jerman mengembangkan mobil berbahan bakar biogas, misalnya bis, taxi, truk sampah, dan mobil-mobil lain. Di India telah beroperasi beberapa mobil roda tiga, kendaraan semacam bajaj, yang menggunakan bahan bakar biogas. Biogas juga dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik. Di pabrik-pabrik biogas dimanfaatkan untuk boiler atau untuk mesin pembangkit listrik.

Apabila pengembangan biogas dari limbah PKS ini berhasil di Indonesia, bukan tidak mungkin gas elpiji yang sekarang ini harganya membumbung tinggi akan digantikan oleh biogas yang harganya jauh lebih murah.



Gambar 1. Kolam limbah cair pabrik kelapa sawit menghasilkan gas metan



Gambar 2 : Semburan gas metan setinggi 3 -4 m dari pipa berdiameter 6 inci. Api ini tidak padam meskipun dihidupkan semalaman.



Gambar 3 : Biogas dari limbah sawit diuji coba dengan mesin kompresor. Mesin dimodifikasi sedikit agar bisa menggunakan dua bahan bakar: bensin dan gas. Percobaan ini berjalan dengan lancar.~ Angin Masih Rusak Unit I PLTU Labuhan

Baca Selengkapnya ....

Asap Belerang Perlambat Pemanasan Global

Posted by redict Friday, January 6, 2012 0 comments
Pembakaran batu bara menghasilkan gas sulfur yang ternyata mengurangi dampak negatif efek rumah kaca. Ini bisa mendinginkan suhu bumi.http://static.inilah.com/data/berita/foto/1689622.jpg
"Kebanyakan orang mengira pemanasan global hanya berhubungan dengan emisi karbon dioksida. Padahal, ekspansi ekonomi China juga meningkatkan kadar emisi belerang," papar Robert K. Kaufmann, dari Universitas Boston.
Uniknya, emisi belerang ini tidak membuat bumi tambah panas, melainkan malah berdampak mendinginkan.
Kaufmann adalah peneliti dan penulis yang berfokus menguji peran sulfur atau belerang dalam memperlambat peningkatan suhu di tahun 2000-an.
Hasil studinya itu dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences. Ia mengatakan, Paska Perang Dunia II, praktik industrialisasi meningkat, dan sulfur memperlambat pemanasan global.
Antara 2003 dan 2007, China meningkatkan penambangan batu bara dan meningkatkan jumlah penggunaan batu bara dunia hingga 26%. Pada jangka waktu itu pula, tingkat pemanasan global rata-rata melambat.
Untuk tujuan industrialisasi, China banyak menambang batu bara tanpa penyaringan. Batu bara yang tidak disaring mengandung sulfur. Sulfur yang dihasilkan, dilepas ke udara.
Udara yang mengandung sulfur menghambat sinar matahari untuk masuk ke atmosfer bumi.

Sumber : http://www.jelajahunik.us/2012/01/asap-belerang-perlambat-pemanasan.html#ixzz1iglqPXmT

Baca Selengkapnya ....

Ternyata Pohon Hanya Menyumbang 20% Oksigen di Bumi. Sisanya?

Posted by redict Thursday, December 1, 2011 0 comments

PPohon adalah salah satu penyumbang oksigen, akan tetapi hanya sebesar 20% untuk bumi. pohon berguna untuk mitigasi (mengurangi) karbondioksida yang ada di bumi. jadi untuk mengurangi dampak pemanasan global, tanamlah pohon agar CO2 nya dapat dimanfaatkan oleh pohon. karena nilai wajar dari CO2 adalah 0,1% di bumi ini, tetapi tahun 2010 ini kadar CO2 di atmosfer bumi sudah mencapai 0,3%

Sekilas mengenai plankton

Plankton didefinisikan sebagai organisme hanyut apapun yang hidup dalam zona pelagik (bagian atas) samudera, laut, dan badan air tawar. Secara luas plankton dianggap sebagai salah satu organisme terpenting di dunia, karena menjadi bekal makanan untuk kehidupan akuatik.

Bagi kebanyakan makhluk laut, plankton adalah makanan utama mereka. Plankton terdiri dari sisa-sisa hewan dan tumbuhan laut. Ukurannya kecil saja. Walaupun termasuk sejenis benda hidup, plankton tidak mempunyai kekuatan untuk melawan arus, air pasang atau angin yang menghanyutkannya.

Plankton hidup di pesisir pantai di mana ia mendapat bekal garam mineral dan cahaya matahari yang mencukupi. Ini penting untuk memungkinkannya terus hidup. Mengingat plankton menjadi makanan ikan, tidak mengherankan bila ikan banyak terdapat di pesisir pantai. Itulah sebabnya kegiatan menangkap ikan aktif dijalankan di kawasan itu.

Selain sisa-sisa hewan, plankton juga tercipta dari tumbuhan. Jika dilihat menggunakan mikroskop, unsur tumbuhan alga dapat dilihat pada plankton. Beberapa makhluk laut yang memakan plankton adalah seperti batu karang, kerang, dan ikan paus.
Plankton adalah organisme yang menyumbang 80% kebutuhan oksigen yang ada di bumi ini. dengan kemampuannya berespisari menghasilkan gelembung-gelembun oksigen yang terdapat di dalam laut, oksigen tersebut terlepas ke udara dan menjadi gas yang bisa kita nikmati sekarang


Para ilmuwan dari Amerika Serikat menemukan plankton secara tidak langsung dapat membuat awan yang dapat menahan sebagian sinar matahari yang merugikan. Sehingga plankton bisa membantu memperlambat proses pemanasan bumi.
Dierdre Toole dari Institusi Oceanografi Woods Hole (WHOI) dan David Siegel dari Universitas California, Santa Barbara (UCSB) adalah dua peneliti itu.

Penelitian yang dibiayai oleh NASA tersebut mengungkapkan ketika matahari menyinari lautan, lapisan atas laut (sekitar 25 meter dari permukaan laut) memanas, dan menyebabkan perbedaan suhu yang cukup tinggi dengan lapisan laut di bawahnya. Lapisan atas dan bawah tersebut terpisah dan tidak saling tercampur.

Plankton hidup di lapisan atas, tapi nutrisi yang diperlukan oleh plankton terdapat lebih banyak di lapisan bawah laut. Karenanya, plankton mengalami malnutrisi.

Akibat kondisi malnutrisi ditambah dengan suhu air yang panas, plankton mengalami stress sehingga lebih rentan terhadap sinar ultraviolet yang dapat merusaknya.

Karena rentan terhadap sinar ultraviolet, plankton mencoba melindungi diri dengan menghasilkan zat dimethylsulfoniopropionate (DMSP) yang berfungsi untuk menguatkan dinding sel mereka.

Zat ini jika terurai ke air akan menjadi zat dimethylsulfide (DMS). DMS kemudian terlepas dengan sendirinya dari permukaan laut ke udara.

Di atmosfer, DMS bereaksi dengan oksigen sehingga membentuk sejenis komponen sulfur. Komponen sulfur DMS itu kemudian saling melekat dan membentuk partikel kecil seperti debu. Partikel-partikel kecil tersebut kemudian memudahkan uap air dari laut untuk berkondensasi dan membentuk awan.

Jadi, secara tidak langsung, plankton membantu menciptakan awan. Awan yang terbentuk menyebabkan semakin sedikit sinar ultraviolet yang mencapai permukaan laut, sehingga plankton pun terbebas dari gangguan sinar ultraviolet.

Proses ini sebenarnya telah beberapa tahun dipelajari di laboratorium oleh para ilmuwan, namun proses alamiahnya baru kali ini dapat dipelajari.

Awan yang disebabkan oleh plankton ini, dipercaya dapat memperlambat proses pemanasan bumi, serta memiliki efek besar tehadap iklim bumi. Namun, untuk membuktikan hal tersebut, masih harus dilakukan penelitian lanjutan yang seksama.

Penelitian yang dilakukan di Laut Sargasso, lepas pantai Bermuda ini juga menemukan secara mengejutkan bahwa partikel DMS ini dapat terurai dengan sendirinya di udara setelah tiga sampai lima hari saja. Padahal, karbondioksida di udara, dapat bertahan hingga berpuluh-puluh tahun.

Karena penguraian alamiah DMS sangat cepat, DMS tidak akan menimbulkan efek rumah kaca, tidak seperti karbondioksida.

Baca Selengkapnya ....

8 Keuntungan dan Kerugian Global Warming

Posted by redict 0 comments

Keuntungan dan Kerugian dari Pemanasan Global 

Pada bulan Februari 2007, PBB merilis sebuah laporan ilmiah yang menyimpulkan bahwa pemanasan global sedang terjadi dan akan terus terjadi selama berabad-abad. Laporan ini juga menyatakan dengan kepastian 90% bahwa aktivitas manusia telah menjadi penyebab utama peningkatan suhu selama beberapa dekade terakhir.

Dengan kesimpulan dari ilmuwan lain yang tak terhitung bahwa pemanasan global ada di sini dan akan terjadi terus di masa mendatang, saya ingin merangkum dampak yang mungkin terjadi dari pemanasan global, menjadi keuntungan dan kerugian dari .

Kerugian dari Pemanasan Global 
  • Sirkulasi laut terganggu,dan memiliki efek yang tidak diketahui pada iklim dunia.
  • Tinggi permukaan laut menyebabkan banjir dari dataran rendah akan terjadi korban
  • Gurun semakin kering menjadikan desirtifaksi
  • Perubahan produksi pertanian yang dapat menyebabkan kekurangan pangan.
  • Kekurangan air di daerah yang sering kering.
  • Kelaparan, kekurangan gizi, dan kematian meningkat akibat kekurangan pangan dan tanaman.
  • Cuaca menjadi kian ekstrem, sering terjadi badai dan bencana lain
  • Peningkatan penyakit pada manusia dan hewan.
  • Peningkatan kematian akibat gelombang panas.
  • Kepunahan spesies tambahan hewan dan tumbuhan.
  • Hilangnya habitat hewan dan tumbuhan.
  • Peningkatan emigrasi orang-orang dari negara-negara miskin atau rendah kepada negara-negara lebih kaya atau yang kondisi alamnya tidak separah negara asal
  • Tambahan penggunaan sumber daya energi untuk kebutuhan pendinginan.
  • Peningkatan polusi udara.
  • Peningkatan tingkat alergi dan asma karena tanaman mekar lebih awal.
  • Pencairan permafrost menyebabkan kerusakan struktur, tanah longsor, dan Amblas.
  • hilangnya gletser dan pulau es secara permanen.
  • Budaya atau warisan situs hancur lebih cepat karena cuaca ekstrem meningkat.
  • Peningkatan keasaman hujan.
  • Berkurangnya lahan hutan, akibat suhu yang meningkat dalam kekeringan sering memicu kebakaran hutan
  • Peningkatan biaya asuransi karena semakin banyaknya klaim asuransi akibat bencana alam
  • Agresivitas akan meningkat , yang menyebabkan meningkatnya tingkat pembunuhan.

Keuntungan dari Pemanasan Global 
  1. Arktik, Antartika, Siberia, dan daerah lainnya di bumi yang beku mungkin akan mengalami pertumbuhan lebih banyak tanaman dan iklim yang lebih hangat.
  2. Zaman es berikutnya mungkin tidak akan terjadi lagi
  3. Transportasi laut akan lebih luas karena lebih banyaknya daratan es yang mencair
  4. Kurang kebutuhan konsumsi energi untuk menghangatkan tempat dingin.
  5. Kurangnya kematian atau sakit akibat cuaca dingin.
  6. Musim semi yang lebih lama bisa berarti peningkatan produksi pertanian di beberapa wilayah di dunia.
  7. Pulau-pulau kecil yang menghilang (tenggelam) akan mengurangi klaim kepemilikan pulau oleh beberapa negara, yang biasanya bisa menyebabkan konflik perang
  8. Kutub selatan menjadi lebih ramah sebagai tempat hunian, karena suhu di sana menjadi lebih hangat
sumber:http://danish56.blogspot.com/2011/11/8-keuntungan-dari-terjadinya-global.html

Baca Selengkapnya ....

Mesin Cuci Ramah Lingkungan Hadir

Posted by redict Tuesday, August 9, 2011 0 comments
Dengan teknologi pencegah pakaian melilit, penggunaan air bisa dihemat hingga 50 persen.

Semakin memburuknya kondisi lingkungan membuat produsen perangkat teknologi dan elektronik konsumer terus berupaya menghadirkan produk yang ramah lingkungan. Inisiatif ‘Go Green’ itu juga diusung oleh Electrolux, produsen peralatan rumah tangga asal Swedia.


Mengetahui posisinya di pasar mesin cuci jenis top load lebih baik dibanding jenis front load dan twin tub, Electrolux melakukan inovasi dengan menghadirkan mesin cuci top load menggunakan teknologi T-Drive.

“Teknologi T-Drive dapat mengurangi kekusutan pakaian dan mencegah pakaian saling melilit pada saat pencucian (anti tangle), kata Haryono Simon, General Manager PT Electrolux Indonesia pada keterangannya, 23 Desember 2010.

Haryono mengklaim, teknologi ini membuat proses pencucian lebih merata sehingga hasil cucian lebih bersih dan tidak meninggalkan sisa-sisa (residu) deterjen. “Dengan teknologi ini, pengguna bisa menghemat air lebih dari 50 persen. Borosnya penggunaan air inilah yang umumnya dikeluhkan oleh konsumen mesin cuci top load pada umumnya,” ucapnya.

Sebagai informasi, mesin cuci jenis front load secara teknis memang memberikan hasil pencucian paling baik dibanding top load dan yang yang paling sederhana, twin tub. Meski demikian, di Indonesia, pangsa pasar paling besar adalah mesin cuci jenis top load dan Electrolux mengklaim telah menguasai 40 persen di antaranya.

“Setiap produk yang hadir dibuat berdasarkan consumer insight,” kata Haryono. “Oleh karena itu, kami berusaha untuk memahami apa yang dibutuhkan konsumen,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Electrolux juga merilis 3 varian produk mesin cuci top load T-Drive dengan kapasitas 7Kg, 9Kg dan 11Kg. “Sejak diluncurkan April lalu, kami menerima tanggapan yang positif dari masyarakat menyangkut produk ini,” Haryono menyebutkan.

Baca Selengkapnya ....

Inilah Kota Berpolusi Terparah di Planet Bumi

Posted by redict Sunday, August 7, 2011 0 comments

Karabash, kota dengan polusi paling parah di Bumi (englishrussia.com)

Karabash merupakan sebuah kota kecil di kawasan Chelyabinsk, Rusia. Kota berpenduduk 15 ribu orang itu mulai ramai sejak tahun 1822, setelah para penambang menemukan cadangan emas di kawasan tersebut.
Di awal abad ke-20, penambang juga mulai menggali tembaga dari perut bumi. Sayangnya, setelah beberapa dekade biji tembaga dikuras dan masyarakat mendirikan pabrik peleburan logam, kota itu kemudian berubah menjadi kawasan darurat ekologi.

Seperti dikutip dari 
EnglishRussia, 6 Januari 2011, setiap tahun, pabrik itu mengeluarkan 180 ton gas yang kemudian jatuh ke bumi dalam bentuk hujan asam di kawasan sekitarnya. Sebagai bukti parahnya polusi dan hujan asam itu, pegunungan di sekitar Karabash kehilangan seluruh pohonnya.

Kota Karabash sendiri sangat berdebu, masyarakat kerap mengalami gangguan pernafasan. Tumor, eksim, batu ginjal, pikun, pertumbuhan tidak normal, dan kelumpuhan otak merupakan penyakit yang umum terjadi.

Pada sungai yang mengalir di kota itu, konsentrasi zat besi mencapai 500 kali lipat dibanding rata-rata. Tidak ada tumbuhan yang mampu hidup dalam jarak 100 meter dari pinggir sungai.

Meski kondisi ekologi di Karabash sudah mulai membaik, fasilitas perawatan sudah mulai dibangun, akan tetapi kondisi daerah itu masih jauh dari normal. Gas dan asap yang keluar dari proses peleburan tembaga terus dihembuskan. Padahal emisi itu tidak pernah disaring sebelumnya. Gundukan material limbah pabrik juga mencapai tinggi lebih dari 50 meter.

Black Top Mountain, gunung di Karabash yang kehilangan hijaunyaDengan hujan asam yang turun terus menerus, nyaris seluruh vegetasi mati. Hujan angin juga menghanyutkan tanah dan gunung-gunung berubah menjadi bongkahan batu.

Akhir 1989, pabrik di Karabash dihentikan karena situasi ekologi yang semakin parah. Seperlima penduduk kehilangan pekerjaan dan kota itu mengalami periode krisis. Namun meningkatnya masalah akibat sosioekonomi membuat produksi pabrik di kota itu kembali digulirkan pada tahun 1998. (hs)• VIVAnews

Baca Selengkapnya ....

Lingkungan Bersih, 13 Juta Jiwa Selamat

Posted by redict Friday, July 22, 2011 0 comments



 Lingkungan Bersih, 13 Juta Jiwa Selamat. Menjaga lingkungan tetap bersih tak hanya menyelamatkan bumi ini dari kehancuran. Lebih dari itu, menurut World Health Organization (WHO), lingkungan yang sehat ternyata mampu selamatkan nyawa 13 juta orang per tahunnya.

WHO telah menganalisa data kesehatan 192 negara yang mengalami kerusakan lingkungan. Baik yang berhubungan dengan pencemaran udara, air, kegiatan pertanian, perubahan ekosistem, radiasi ultra violet, polusi suara, hingga perubahan iklim, dan bahaya di tempat kerja.

Dari data yang didapat, WHO menyimpulkan negara-negara miskin seperti Angola, Burkina Faso, Mali, dan Afghanistan mengalami memiliki lingkungan yang paling tidak sehat di dunia. Sebaliknya, Islandia dan Israel memiliki lingkungan paling sehat diikuti Italia, Jerman, Spanyol, Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat.

WHO menambahkan bahwa 10 persen kematian di 23 negara saat ini disebabkan oleh dua faktor. Keduanya adalah kualitas udara bebas, termasuk santiasi yang buruk dan udara di dalam ruangan yang tidak bersih akibat penggunaan bahan bakar padat saat memasak.

Di dunia, anak-anak di bawah usia 5 tahun merupakan korban utama dari penyakit diare dan infeksi saluran pernafasan. Namun di beberapa negara, sepertiga beban penyakit ini dapat dicegah dengan memperbaiki kualitas lingkungan.

Dikutip dari About, 16 Mei 2011, negara-negara berpendapatan rendah mengalami gangguan kesehatan 20 kali lebih besar dari negara-negara berpenghasilan tinggi. Meski demikian WHO menegaskan, tidak ada negara yang kebal terhadap dampak dari pengaruh lingkungan terhadap kesehatan masyarakatnya.

Di negara-negara dengan kondisi lingkungan yang baik, hampir seperenam gangguan penyakit dapat dicegah. Pengelolaan lingkungan yang sehat secara signifikan juga telah memperkecil angka penyakit jantung hingga angka kecelakaan di jalan raya.

Data menunjukkan bahwa 398.000 kematian di Amerika Serikat setiap tahunnya dapat dicegah dengan mengurangi pencemaran lingkungan. Tak hanya itu, lingkungan yang lebih bersih juga dapat menyelamatkan 1,8 juta jiwa pada 53 negara di benua Eropa setiap tahunnya

Untuk menciptakan lingkungan yang baik, WHO menilai perlu dilakukan penyuluhan-penyuluhan di level nasional. Mulai dari pengolahan dan penyimpanan air di rumah hingga pengenalan energi ramah lingkungan yang menunjang pembangunan dan kesehatan.

Analisa yang dilakukan juga memberikan informasi bagi individu dan keluarga bahwa penggunaan alat-alat masak dengan bahan bakar ramah lingkungan seperti gas atau listrik, dan meningkatkan ventilasi, serta menjauhkan anak-anak dari asap rokok akan mengurangi risiko infeksi pernafasan dan penyakit lainnya. 

Baca Selengkapnya ....
Tema design by Bamz | Copyright of TIL TOL - Info Unik Aneh Lucu Nyetil Pasti NyantoL .