Showing posts with label Miris. Show all posts
Showing posts with label Miris. Show all posts

Mereka Bersekolah di Kolong Rumah

Posted by redict Wednesday, May 2, 2012 0 comments


Para siswa kelas jauh SDN 237 Tellongeng Kecamatan Mare, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan berdiri di depan rumah yang kolongnya dijadikan ruang kelas mereka , Rabu,(2/5/2012) 

Puluhan murid kelas jauh SDN 237 Tellongeng, Kecamatan Mare, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, harus belajar di kolong rumah warga dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.

Kolong rumah yang dibagi menjadi tiga ruang ini harus diisi oleh murid dengan cara digabung. Satu ruangan diisi oleh dua kelas secara bersamaan dan diajar oleh satu guru. Para murid ini merupakan anak para pekerja penggarap perkebunan tebu PTPN XIV di pedalaman Kecamatan Mare.

Sekolah ini hanya diajar oleh tiga tenaga pendidik. Satu orang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) dan dua lainnya merupakan tenaga honorer. 

"Hanya tiga ruangan saja. Satu kelas itu digabung. Kelas I dan kelas II satu ruangan belajarnya juga bersamaan," ujar Syarifuddin, salah seorang guru honorer setempat.

Selain kondisi sekolah yang terkesan jorok, beralaskan tanah dan gelap tanpa alat penerang, para siswa pada umumnya hanya mengenakan seragam seadanya, bahkan banyak yang tidak mengenakan alas kaki.Tentunya kondisi ini sangat mengkhawatirkan bagi orangtua murid. Namun, mereka tidak bisa berbuat apa-apa. "Yah, mau diapakan? Memang begitu kondisinya karena tidak ada sekolah lain. Ada, tetapi jauh sekali," ujar Hajrah, orangtua salah satu siswa yang tinggal tak jauh dari sekolah darurat itu

sumber

Baca Selengkapnya ....

Mengharukan: Menyanyikan Lagu Terakhir Untuk Kekasih

Posted by redict Saturday, April 21, 2012 0 comments
 

Sudah hampir dua jam Ita mondar-mandir mengelilingi kamarnya, gadis ini terlihat sangat gelisah. Berulang kali dia melirik hp kecil yang ada di tempat tidurnya, tapi tak ada satu pun pesan masuk yang tampak di hp itu.
“Kamu kemana, sih? Kok sms ku nggak di balas-balas” gerutu Ita sambil memencet nomer telepon dengan cepat.Sebelum Ita sempat menelpon, sebuah SMS masuk dan di layar ponsel itu tertulis My Prince. Secepat kilat dia membuka SMS itu lalu membacanya dengan tidak sabar. Ternyata orang yang selama ini dia tunggu itu baru saja selesai bertanding dalam turnamen voli. Setelah membalas SMS itu, Ita memejamkan matanya untuk tidur, karena malam telah larut.

Keesokan harinya…
Seperti biasa, Ita selalu mengirimkan ucapan selamat pagi pada kekasihnya sebelum dia berangkat kuliah. Namun, hatinya kembali tak tenang ketika sang kekasih belum juga membalas SMS-nya hingga sore hari. Berkali-kali dia mengirimkan SMS, hingga akhirnya balasan yang ditunggu datang.
-aku udah solat dan makan kok-
Ita langsung membalas SMS itu, tapi setelah beberapa kali SMS-an, dia merasa ada yang aneh dengan pesan dari kekasihnya itu. Hingga akhirnya dia tahu kalau ternyata yang membalas SMS itu bukanlah Ivan pacarnya, tapi temannya. Hal itu membuat Ita sangat marah dan tidak membalas SMS itu lagi. Dia berharap pacarnya akan menghubunginya dan meminta maaf langsung padanya.

Tapi pertengkaran itu malah berlanjut hingga malam hari. Meskipun Ivan telah meminta maaf, tapi Ita masih juga kesal dengan sikap Ivan yang tidak mau membalas SMS-nya. Dan malam itu pun berakhir tanpa ada SMS dari keduanya.
Pertengkaran kedua pasangan itu berakhir dengan kata putus yang dikirimkan lewat SMS oleh Ivan. Hal itu membuat Ita yang sejak awal sudah sedih akhirnya menangis di depan sahabat-sahabatnya. Dia tidak menyangka pacar yang selama ini sangat dicintainya ternyata tega memutuskan hubungan mereka begitu saja. Namun, setelah mendengar alasan Ivan yang sudah merasa tidak nyaman lagi dengan dia, Ita akhirnya menerima keputusan itu dengan hati yang hancur.
Malam harinya, Ita yang masih stres dengan kenyataan yang menyakitkan itu mendadak jatuh sakit. Tubuhnya demam dan kadang dia menggigil. Dia berharap Ivan akan menghubunginya dan bilang kalau mereka tidak jadi putus. Tapi harapan itu, hanya menjadi harapan semata, karena tak satu pun SMS dari Ivan yang masuk ke hp-nya.

* * *
Sudah hampir seminggu Ita sakit, hingga akhirnya dia harus di rawat di rumah sakit. Tapi kondisinya belum juga membaik. Maag yang selama ini di deritanya ternyata sudah sangat parah hingga menimbulkan pendarahan. Dokter pun mengatakan kalau salah satu faktor yang menyebabkan penyakit Ita semakin parah adalah stres yang dialaminya hingga membuat kondisi tubuhnya menurun.

Gati, sahabat Ita yang paling mengerti keadaan Ita hanya bisa menatap iba tubuh sahabatnya yang sekarang terkulai lemah diatas tempat tidur. Wajahnya pucat dan tubuhnya semakin kurus. Gati sangat mengerti perasaan Ita yang merasa sangat kehilangan Ivan kekasihnya. Kadang samar-samar dia mendengar Ita menyebut nama Ivan dalam tidurnya, dan hal itu membuat Gati menangis, tak sanggup melihat penderitaan yang di rasakan oleh sahabatnya itu.
“Ta, gmn keadaan kamu sekarang?” tanya Gati ketika sahabatnya baru saja bangun.
“Alhamdulillah udah mendingan, udahlah nggak usah cemas gitu” jawab Ita, wajahnya terlihat pucat.
“Kamu masih mikirin Ivan, ya?”
“Maksud kamu?”
“Dari kemarin aku dengar kamu memanggil nama Ivan berkali-kali saat kamu lagi tidur. Kamu kepikiran dia lagi?” tanya Gati cemas.
“Iya, aku kangen sama dia. Apa dia menghubungiku?” jawab Ita.
“Setahu aku, sih, belum ada SMS ataupun telepon dari dia. Kenapa?”
“Enggak apa-apa, cuma mau tahu aja dia peduli atau nggak” jawabnya, wajahnya terlihat sedih.
“Apa perlu aku telepon dia untuk kasih tahu keadaan kamu?”
“Enggak usah, aku nggak mau dikasihani sama dia.”

Gati hanya bisa diam mendengar jawaban sahabatnya itu. Rasa kagum dan sedih bercampur di hatinya. Kagum akan ketegaran sahabatnya itu, tapi sedih melihat penderitaan yang harus dialami Ita. Gati tahu di saat sakit seperti itu, pasti Ita ingin Ivan ada bersamanya, dan nggak meninggalkannya seperti ini.

Hampir tiga minggu Ita di rawat di rumah sakit, dan selama itu juga Gati selalu memperhatikan perkembangan kesehatan sahabatnya itu. Setiap kali Ita merasa sakit di tubuhnya ataupun tubuhnya demam, Ita selalu mendengarkan sebuah lagu ciptaan Ivan, mantan kekasihnya. Dan seperti mukjizat, keadaan Ita perlahan membaik setelah mendengar lagu itu.

Gati akhirnya mengerti kerinduan Ita pada Ivan sangatlah besar hingga menyiksa seluruh tubuhnya bukan hanya hatinya.
Hingga suatu hari, tanpa sepengetahuan Ita, Gati menelpon Ivan yang ada di luar kota. Dia menceritakan keadaan Ita pada cowok itu, dan dia juga meminta Ivan untuk datang menemui Ita. Tapi, Ivan masih belum juga mau menemui Ita.
“Aku mohon sama kamu, Ita butuh kamu. Tolong datanglah ke Jakarta dan temui Ita walaupun hanya sebentar” ucap Gati.
“Aku belum bisa menemui dia, lagipula kehadiranku malah bisa membuat dia semakin sakit” jawab Ivan.
“Satu kali saja, tolong temui dia. Mungkin dengan bertemu denganmu dia bisa sembuh. Atau kamu akan menyesal” paksa Gati.
“Apa maksud kamu? Memang penyakitnya itu parah?”
“Datang dan lihatlah sendiri keadaan Ita sekarang. Sebelum kamu menyesal untuk selamanya” ucap Gati sebelum mengakhiri teleponnya.

* * *
Beberapa hari setelah telepon itu, Ivan mengabari Gati kalau dia akan ke Jakarta untuk menemui Ita. Gati yang mendapat kabar menggembirakan itu langsung menemui Ita. Tapi sayangnya Ita sedang tidur saat itu. Gati hanya bisa menunggu, sampai Ivan tiba di Jakarta dua hari lagi.

Hari itu akhirnya tiba juga. Ivan, orang yang selama ini di tunggu kedatangannya oleh Ita dan Gati akhirnya datang. Dia meminta Gati mengantarkannya ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, Ivan terdiam melihat keadaan gadis yang ada di kamar rawat itu. Sosok yang selama ini tidak pernah di jumpainya, kini dilihatnya dengan kondisi yang memprihatinkan. Selang infus terpasang di tangannya, matanya terpejam, tapi di kedua telinganya terpasang headset agar Ita bisa selalu mendengarkan lagu musik yang bisa menenangkan.

“Dia hanya sedang tidur. Tunggu saja, sebentar lagi juga dia bangun” ucap Gati yang berdiri di belakang Ivan.
“Sudah berapa lama dia seperti ini?” tanya Ivan, dia mulai berjalan mendekati tempat tidur Ita.
“Hampir satu bulan dia terbaring di tempat tidur itu. Sekarang coba kau dengar lagu yang sedang di dengarkan Ita” ucap Gati sambil melepas satu headset itu dan memberikannya pada Ivan.

Ivan terkejut ketika mendengar lagu itu, lagu yang pernah dia ciptakan untuk Ita dulu. Dia tidak menyangka gadis itu masih menyimpan rekaman lagu itu. Kedua matanya menatap wajah Ita yang tertidur.
“Itulah yang membuat Ita bertahan selama ini. Itu yang dia lakukan bila sedang merindukanmu. Suaramu yang sangat dia rindu” ucap Gati.
Ivan yang masih merasa terkejut perlahan memegang tangan Ita, kedua matanya tak lepas dari wajah Ita. Terlihat masih ada kasih sayang yang dalam dari tatapan itu. Tiba-tiba tangan yang di pegang Ivan bergerak, Ita bangun dari tidurnya. Dan dia terkejut ketika ada seorang cowok duduk di sampinya sambil memegang tangannya.

“Tenang, Ta. Dia Ivan, orang yang selama ini kamu rindu” ucap Gati.
“Ivan? Kenapa bisa ada disini?” tanya Ita yang masih terkejut.
“Maaf, ya. Aku yang menelpon dia dan meminta dia untuk datang menjengukmu. Karena aku nggak tega melihat kamu seperti ini terus.”
“Kenapa kamu bisa sampai kayak gini? Kenapa kamu nggak menjaga kesehatanmu?” tanya Ivan yang masih tetap menatap wajah Ita.
“Itu bukan urusanmu” sahut Ita sambil melepaskan genggaman Ivan.
“Waktu itu kamu kan udah janji, bisa terima keputusanku untuk mengakhiri hubungan kita, dan berjanji akan baik-baik saja. Tapi kenapa sekarang kamu kayak gini?”

Ita hanya diam dan memalingkan wajahnya dari Ivan. Sementara Ivan masih terus berbicara pada Ita. Gati yang melihat itu hanya berharap keadaan Ita akan membaik setelah bertemu Ivan. Dan ternyata benar, setelah berdebat cukup lama akhirnya Ita dan Ivan mulai akrab kembali. Wajah Ita yang tadinya pucat juga mulai berubah cerah. Pertemuan antara Ita dan Ivan terus berlangsung selama seminggu, dan selama itu keadaan Ita berangsur membaik. Suatu hari, Ita ingin pergi ke pantai bersama Ivan, dia ingin melihat sunset bersama orang yang di cintainya. Walaupun awalnya dokter, orang tua Ita, dan Ivan tidak setuju, tapi demi kesembuhan Ita, akhirnya mereka menyetujui permintaan Ita itu. Dan pergilah mereka berdua ke pantai untuk melihat sunset.

Di pantai itu, Ivan menyanyikan lagu yang baru di buatnya untuk Ita. Lagu yang liriknya adalah ciptaan Ita, dulu dia pernah meminta Ivan untuk menciptakan lagu dari lirik yang dibuatnya. Dan kini lagu itu telah selesai dan Ivan menyanyikannya secara langsung untuk Ita. Keadaan yang sangat romantis itu membuat Ita bahagia. Berkali-kali dia tersenyum dan tertawa saat bersama Ivan. Kebahagiaan yang entah akan bertahan sampai kapan.
“Aku bahagia banget hari ini, karena bisa pergi sama kamu, tertawa dan melihat sunset bersama kamu. Dan yang lebih membahagiakan, aku bisa mendengar lagu itu secara langsung” ucap Ita sambil memandang langit.
“Aku juga senang bisa jalan sama kamu. Makanya kamu harus cepat sembuh, nanti kita bisa jalan-jalan lagi” sahut Ivan.
“Iya. Rasanya aku nggak ingin ini berakhir, aku ingin terus bersama kamu. Bahagia seperti ini.”
Ivan hanya bisa tersenyum mendengar ucapan Ita. Lalu mencium kening Ita dengan lembut. Ita yang terkejut hanya bisa menatap Ivan, lalu tersenyum.
“Aku sayang kamu. Cepat sembuh, ya” ucap Ivan.
Air mata mengalir dari mata Ita. Suasana mengharukan itu terlihat sangat membahagiakan. Setelah itu mereka kembali ke rumah sakit karena Ita masih harus di rawat.

* * *
Sebuah kabar mengejutkan membuat Ivan dan Gati datang ke rumah sakit lebih pagi dari biasanya. Keadaan Ita yang belakangan ini mulai membaik, tiba-tiba drop. Semua dokter dan perawat sibuk mengatasi keadaan itu. Sedangkan Ivan, Gati dan keluarga Ita hanya bisa menunggu dan berdoa dari luar ruang ICU. Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya dokter membolehkan mereka untuk masuk ruangan itu dan melihat kondisi Ita yang sudah sadar. Wajah gadis itu semakin pucat dan tubuhnya dingin. Tapi dia masih tersenyum saat melihat keluarga dan dua orang yang berharga baginya itu masuk ke kamarnya.

“Kamu nggak apa-apa kan, sayang?” tanya orang tua Ita.
“Aku baik-baik aja kok, Bu” sahut Ita yang masih lemah.
“Ivan, aku mau mendengar kamu menyanyi. Tolong nyanyikan lagu itu sekarang. Aku mau dengar” ucap Ita dengan suara yang hampir seperti bisikan.
“Nanti saja, sekarang kamu istirahat dulu” sahut Ivan.
“Aku mau mendengarnya sekarang. Aku lelah, ingin istirahat. Aku ingin mendengar lagu itu untuk menemani tidurku.”
“Nyanyikan saja” ucap Ibu Ita.

Akhirnya Ivan menyanyikan lagu yang ingin di dengar Ita itu. Tangannya menggenggam tangan Ita yang dingin, Ita juga menggenggamnya dengan erat seperti tak mau lepas lagi. Perlahan matanya terpejam dan akirnya dia tertidur. Tapi bukan tidur biasa, karena monitor yang menunjukkan gerakan jantung Ita perlahan berhenti, hingga akhirnya sebuah garis muncul di monitor itu. Dan tak ada lagi pergerakan grafik detak jantung Ita. Ivan yang dari tadi menggenggam tangan Ita merasa tangan Ita perlahan melepas genggamannya.

Mereka terus memanggil Ita, tapi dia tidak juga membuka matanya. Dokter juga sudah mengatakan kalau Ita telah pergi untuk selamanya. Air mata seperti tak bisa berhenti mengalir dari mata keluarga, Gati dan Ivan. Mereka tidak menyangka, Ita yang mereka kira akan segera sembuh ternyata meninggalkan mereka secepat itu.
Begitu juga Ivan, dia tidak mengira kalau lagu yang dia nyanyikan itu adalah lagu terakhir untuk Ita. Sebelum wajah Ita di tutupi kain putih, Ivan mencium kening gadis yang pernah di cintainya itu dengan lembut.
“Selamat jalan, sayang. Maafkan aku yang telah membuatmu seperti ini. Semoga kau tenang disana.”

Baca Selengkapnya ....

Anak Malang Ini Harus Kenakan Topeng Selama 10 Tahun

Posted by redict Sunday, March 25, 2012 0 comments

Malang benar nasib Wang Gengxiang (5), tubuhnya terbakar dan kepalanya nyaris tidak memiliki kulit lagi setelah kecelakaan yang dialaminya.Bocah lima tahun itu harus menggunakan topeng elastis dan kemungkinan harus menghabiskan waktu 10 tahun untuk menyembuhkan dirinya.Bocah malang tersebut terjatuh ke dalam kobaran pembakaran jerami di halaman rumahnya di Fenyang, propinsi Shanxi, China. Kulit kepalanya sudah nyaris tidak lagi tersisa, begitu pula dengan jari kecilnya.
Gambar terakhir yang didapatkan, dia mengenakan pelindung kepala putih elastis sambil bermain dengan anjing dan mainannya.
Dokter mengatakan bahwa operasinya tidak lagi bisa dilanjutkan karena batang tenggorokannya belum cukup kuat, diperkirakan akan memakan waktu 10 tahun lagi.
"Kami harus menunggu trakeanya membesar, mungkin diperkirakan saat usianya 14 atau 19 tahun. Itu pun tergantung situasi," ujar wakil direktur Rumah Sakit Liberation Army Shen Chuan'an, seperti dilansir China Daily.
Keluarganya yang terbentur masalah dana kini harus dihadapkan masalah masa depan Wang, pengaruh apa yang akan dirasakannya karena topeng yang dikenakannya.
Anak-anak seusianya kini tidak mau lagi bermain dengan Wang karena penampilannya yang aneh.
"Teman-temannya kini takut kepadanya. Saya harus membeli makanan agar mereka mau bermain dengannya," ujar sang ayah Wang Shouwu.

Baca Selengkapnya ....

Foto Foto Suram PSK Jalanan Perantau di Eropa

Posted by redict Monday, February 13, 2012 0 comments

Foto Foto Suram PSK Jalanan Perantau di Eropa


Profesi pekerja seks memang salah satu profesi tertua di dunia, tidak disini tidak disana. Mungkin sebagian kita pikir kalau pekerja seks di negara maju seperti Eropa pasti tidak ada yang mengenaskan, alias semuanya berkelas. Tapi ternyata bukan demikian nyatanya. Kalau di tanah air mudah kita jumpai tempat praktek PSK di kolong jembatan atau tanggul bahkan ada yang dikuburan Cina seperti halnya di Surabaya. Di Italia yang sudah majupun hal mirip begini ternyata ada. Prostitusi dimanapun ternyata mirip-mirip kondisinya.

Berikut ini merupakan sebuah potret nyata kehidupan para pekerja seks alias pelacur di negara Italia yang kebanyakan berasal dari negara-negara Afrika, salah satunya Nigeria. Mereka praktek di tepi-tepi jalan antar kota di semak semak dengan alas seadanya dan begitu jorok, tapi nyatanya hal begitupun tetap saja ada pelanggannya, singkatnya tak ada penawaran kalau tak ada permintaan.

Berikut Foto Foto Suram PSK Jalanan Perantau di Eropa : 



Baca Selengkapnya ....

Tragedi Yang Menggegerkan di Tahun 80-an di Indonesia

Posted by redict 0 comments

1. Petrus (penembakan misterius)



Tapi dua butir peluru segera bersarang di tubuhnya. Satu di dada dan satu di kepala. Tubuhnya lalu tumbang dan dibiarkan tergeletak di pinggir jalan. Esok hari, bisik-bisik beredar di masyarakat. Dia adalah Robert preman yang selama ini ditakuti, sampah masyarakat, bromocorah! Mungkin nasib Bathi Mulyono masih lebih baik. Begitu mendengar dirinya ikut menjadi target, dia segera melarikan diri hingga ke sejumlah negara luar negeri seperti Malaysia dan Brunei Darussalam. Meninggalkan istri dan anaknya yang baru lahir. Namun, Bathi dan anaknya yang kini berusia 25 tahun, Lita, telah bertemu kembali.

Tahun 1980-an. Ketika itu, ratusan residivis, khususnya di Jakarta dan Jawa Tengah, mati ditembak. Pelakunya tak jelas dan tak pernah tertangkap, karena itu muncul istilah "petrus", penembak misterius. Tahun 1983 saja tercatat 532 orang tewas, 367 orang di antaranya tewas akibat luka tembakan. Tahun 1984 ada 107 orang tewas, di antaranya 15 orang tewas ditembak. Tahun 1985 tercatat 74 orang tewas, 28 di antaranya tewas ditembak. Para korban Petrus sendiri saat ditemukan masyarakat dalam kondisi tangan dan lehernya terikat. Kebanyakan korban juga dimasukkan ke dalam karung yang ditinggal di pinggir jalan, di depan rumah, dibuang ke sungai, laut, hutan dan kebun. Pola pengambilan para korban kebanyakan diculik oleh orang tak dikenal dan dijemput aparat keamanan.

Kala itu, para pria bertato disergap ketakutan karena muncul desas-desus,petrus mengincar lelaki bertato. Peristiwa penculikan dan penembakan terhadap mereka yang diduga sebagai gali, preman, atau residivis itu, belakangan, diakui Presiden Soeharto, sebagai inisiatif dan atas perintahnya. "Ini sebagai shock therapy," kata Soeharto dalam biografinya, Soeharto: Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya.

Mayat-mayat itu ketika masih hidup dianggap sebagai penjahat, preman, bromocorah, para gali, dan kaum kecu yang dalam sejarah memang selalu dipinggirkan, walau secara taktis juga sering dimanfaatkan. Pada saat penembak misterius merajalela, para cendekiawan, politisi, dan pakar hukum angkat bicara. Intinya, mereka menuding bahwa hukuman tanpa pengadilan adalah kesalahan serius. Meski begitu, menurut Soeharto, "Dia tidak mengerti masalah yang sebenarnya." Mungkin tidak terlalu keliru untuk menafsir bahwa yang dimaksud Soeharto sebagai orang yang mengerti masalah sebenarnya adalah dirinya sendiri.

Sayang, petrus hanya berlaku untuk preman kelas teri, mereka yang merampok karena lapar. Sayang, petrus tidak berlaku untuk preman berdasi, mereka yang mencuri karena mereka rakus…

2. Sengkon dan Karta, Sebuah Ironi Keadilan



Lima tahun bukan waktu yang teramat pendek. Apalagi untuk dihabiskan di dalam sebuah ruangan beku bernama penjara. Apalagi untuk sebuah perbuatan yang tidak pernah dilakukannya. Tapi Sengkon dan Karta mengalaminya. Kepada siapakah mereka harus mengadu, jika sebuah lembaga bernama pemerintah tidak bisa lagi dipercaya? Sebab keadilan tidak pernah berpihak kepada Sengkon, juga Karta, juga mereka yang lain, yang bernama rakyat kecil. Alkisah sebuah perampokan dan pembunuhan menimpa pasangan suami istri Sulaiman-Siti Haya di Desa Bojongsari, Bekasi. Tahun 1974. Beberapa saat kemudian polisi menciduk Sengkon dan Karta, dan menetapkan keduanya sebagai tersangka.

Keduanya dituduh merampok dan membunuh pasangan Sulaiman-Siti Haya. Tak merasa bersalah, Sengkon dan Karta semula menolak menandatangani berita acara pemeriksaan. Tapi lantaran tak tahan menerima siksaan polisi, keduanya lalu menyerah. Hakim Djurnetty Soetrisno lebih mempercayai cerita polisi ketimbang bantahan kedua terdakwa. Maka pada Oktober 1977, Sengkon divonis 12 tahun penjara, dan Karta 7 tahun. Putusan itu dikuatkan Pengadilan Tinggi Jawa Barat.

Dalam dinginnya tembok penjara itulah mereka bertemu seorang penghuni penjara bernama Genul, keponakan Sengkon, yang lebih dulu dibui lantaran kasus pencurian. Di sinilah Genul membuka rahasia: dialah sebenarnya pembunuh Sulaiman dan Siti!. Akhirnya, pada Oktober 1980, Gunel dijatuhi hukuman 12 tahun penjara.

Meski begitu, hal tersebut tak lantas membuat mereka bisa bebas. Sebab sebelumnya mereka tak mengajukan banding, sehingga vonis dinyatakan telah berkekuatan hukum tetap. Untung ada Albert Hasibuan, pengacara dan anggota dewan yang gigih memperjuangkan nasib mereka. Akhirnya, pada Januari 1981, Ketua Mahkamah Agung (MA) Oemar Seno Adji memerintahkan agar keduanya dibebaskan lewat jalur peninjauan kembali.

Berada di luar penjara tidak membuat nasib mereka membaik. Karta harus menemui kenyataan pahit: keluarganya kocar-kacir entah ke mana. Dan rumah dan tanah mereka yang seluas 6.000 meter persegi di Desa Cakung Payangan, Bekasi, telah amblas untuk membiayai perkara mereka.

Sementara Sengkon harus dirawat di rumah sakit karena tuberkulosisnya makin parah, sedangkan tanahnya yang selama ini ia andalkan untuk menghidupi keluarga juga sudah ludes dijual. Tanah itu dijual istrinya untuk menghidupi anak-anaknya dan membiayai dirinya saat diproses di polisi dan pengadilan. Walau hanya menanggung beban seorang istri dan tiga anak, Sengkon tidak mungkin meneruskan pekerjaannya sebagai petani, karena sakit TBC terus merongrong dan terlalu banyak bekas luka di badan akibat siksaan yang dideranya.

Sementara itu Sengkon dan Karta juga mengajukan tuntutan ganti rugi Rp 100 juta kepada lembaga peradilan yang salah memvonisnya. Namun Mahkamah Agung menolak tuntutan tersebut dengan alasan Sengkon dan Karta tidak pernah mengajukan permohonan kasasi atas putusan Pengadilan Negeri Bekasi pada 1977. 'Saya hanya tinggal berdoa agar cepat mati, karena tidak ada biaya untuk hidup lagi' kata Sengkon.

Lalu Tuhan berkuasa atas kehendaknya. Karta tewas dalam sebuah kecelakaan, sedangkan Sengkon meninggal kemudian akibat sakit parahnya. Di sanalah mereka dapat mengadu tentang nasibnya, hanya kepada Tuhan (berbagai sumber)

3. Arie Hanggara


Ada yang bilang ibu kota lebih kejam daripada ibu tiri. Tapi ibu tiri yang satu ini jauh lebih kejam. Arie Hanggara, bocah 7 tahun ini tewas dianiaya orang tuanya sendiri. Peristiwa pada akhir November 1984 itu tiba-tiba menyentakkan perhatian publik. Media massa menuliskannya panjang-lebar. Sidang pengadilannya membeludak. Orang ingin tahu seperti apa sosok kedua orang tua Ari: Machtino bin Eddiwan dan Santi binti Cece. Bahkan rekonstruksi yang harus dilakukan suami-istri itu nyaris gagal karena massa melampiaskan kemarahan kepada kedua pesakitan. Arie tiba-tiba menjadi simbol dari anak-anak yang tertindas. Bahkan sampai-sampai tim pengacara orang tua Arie mendapat teror dari orang-orang yang tidak dikenal. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nugroho Notosusanto sempat membuatkan patung Arie–meski akhirnya dibatalkan–sebagai peringatan agar kasus serupa tak terulang di masa mendatang.

Akibat himpitan beban ekonomi yang dialami oleh kedua orang tuanya, ayahnya seorang pengangguran, dengan tiga orang anak, membuatnya gelap mata. Akibatnya dia menjadi ringan tangan. Ketika suatu hari dituduh mencuri uang maka Arie Hanggara dipukul dan disiksa hingga menemui ajal di tangan orang yang seharusnya melindunginya.

Kisah bocah malang tersebut pernah diangkat ke layar lebar oleh sutradara Frank Rorimpandey, dan dibintangi oleh Deddy Mizwar, Joice Erna.


Baca Selengkapnya ....

BOCAH CHINA DIPAKSA LARI TELANJANG DI SALJU

Posted by redict 0 comments

Bocah empat tahun dipaksa lari telanjang di tengah salju

Seorang bocah berusia empat tahun dipaksa berlari di atas salju di tengah cuaca dingin dengan keadaan hampir telanjang. Ayahnya bersikeras, cara ini adalah yang paling tepat untuk membentuk anaknya jadi pribadi yang tangguh.

Aksi tersebut terekam oleh video yang diunggah di laman Youtube, dan sudah disaksikan oleh lebih dari 90 ribu orang. Dalam video, bocah yang diketahui bernama He Yide terlihat dengan susah payah mengikuti anjuran ayahnya. Dengan hanya mengenakan celana dalam dan sepatu, bocah ini harus berlari di tengah lebatnya salju.

He menangis, namun ayahnya, He Liesheng, 44, sambil merekam adegan tersebut, tetap menyemangatinya untuk tetap berlari. Aksi ini dilakukan di New York saat He dan keluarganya tengah berlibur di musim dingin. Suhu kala itu mencapai minus 13 derajat celsius.

Dilansir dari laman China Daily, He mengatakan bahwa dia mencoba menjadi 'ayah elang' sebuah istilah untuk ayah yang keras mendidik anaknya. Istilah ini juga merupakan tandingan untuk 'ibu macan' yang sempat populer beberapa waktu lalu.

"Ketika elang mendidik anaknya, maka dia akan membawanya ke bibir jurang, memukulinya dan mendorongnya, memaksanya untuk menggunakan sayap mereka. Saya melakukan ini untuk memaksa anak saya menantang batasnya sendiri dan melampaui kemampuannya," kata He.

Dia menambahkan, anaknya didiagnosis menderita cerebral palsy karena dilahirkan prematur. Penyakit ini dapat membuat penurunan kecerdasan intelektual pada anak. Untuk membuatnya cerdas, He telah merancang jadwal latihan khusus yang diterapkannya dengan tegas. Di antara latihan tersebut adalah berenang, mendaki gunung dan jogging, tapi tidak telanjang.

"Berlari telanjang pada Tahun Baru China mewakili harapan saya untuk tahun depan yang lebih baik," ujarnya.

Dokter anak di Rumah Sakit di Beijing, Xu Pengfei, tidak melihat adanya manfaat kesehatan pada latihan berlari di salju tersebut. Menurutnya, latihan ini malah akan mengganggu kembang tumbuh anak.

"Latihan khusus di cuaca dingin memang ada di Jepang dan Korea, tapi latihan ini harus dilakukan tahap demi tahap. Ayahnya yang mengatakan bahwa ini demi kecerdasan anaknya juga tidak berdasar," kata Zhu.

Popout

VIVAnews

Baca Selengkapnya ....

Bocah Malang Ini Harus Kenakan Topeng Selama 10 Tahun

Posted by redict Monday, February 6, 2012 0 comments

 
Malang benar nasib Wang Gengxiang (5), tubuhnya terbakar dan kepalanya nyaris tidak memiliki kulit lagi setelah kecelakaan yang dialaminya.Bocah lima tahun itu harus menggunakan topeng elastis dan kemungkinan harus menghabiskan waktu 10 tahun untuk menyembuhkan dirinya.Bocah malang tersebut terjatuh ke dalam kobaran pembakaran jerami di halaman rumahnya di Fenyang, propinsi Shanxi, China. Kulit kepalanya sudah nyaris tidak lagi tersisa, begitu pula dengan jari kecilnya.
Gambar terakhir yang didapatkan, dia mengenakan pelindung kepala putih elastis sambil bermain dengan anjing dan mainannya.
Dokter mengatakan bahwa operasinya tidak lagi bisa dilanjutkan karena batang tenggorokannya belum cukup kuat, diperkirakan akan memakan waktu 10 tahun lagi.
"Kami harus menunggu trakeanya membesar, mungkin diperkirakan saat usianya 14 atau 19 tahun. Itu pun tergantung situasi," ujar wakil direktur Rumah Sakit Liberation Army Shen Chuan'an, seperti dilansir China Daily.
Keluarganya yang terbentur masalah dana kini harus dihadapkan masalah masa depan Wang, pengaruh apa yang akan dirasakannya karena topeng yang dikenakannya.
Anak-anak seusianya kini tidak mau lagi bermain dengan Wang karena penampilannya yang aneh.
"Teman-temannya kini takut kepadanya. Saya harus membeli makanan agar mereka mau bermain dengannya," ujar sang ayah Wang Shouwu.

Baca Selengkapnya ....

Gadis Ini Rela Di Foto Telanjang Demi Biaya Kuliah

Posted by redict Saturday, February 4, 2012 0 comments

Baca Selengkapnya ....

Penderita Kanker Ini Membuat Perhiasan Dari Pil dan Kapsul Untuk Melunasi Hutang Rumah Sakit

Posted by redict Wednesday, February 1, 2012 0 comments

"Aku membeli obat pada pengobatan pertama sebesar US$ 500 dari saku sendiri. Aku melihat obat yang aku terima dari toko obat dan kemudian juga pil kecil dan berandai-andai jikalau pil-pil itu adalah permata."


Susan Braig didiagnosa menderita kanker payudara pada tahun 2004. Dirinya mengumpulkan pil dan tablet tua dari farmasi dan menyusunnya menjadi perhiasan imitasi untuk membuat kalung berwarna-warni, liontin, anting-anting dan tiara. Dia kemudian menjual hasil kerajinan itu untuk membantu membayar utang medisnya.




Namun ide untuk membuat perhiasan dari pil tidak datang sampai tahun 2007 ketika Braig berpartisipasi dalam sebuah pameran seni medis dan acara bertema kinerja yang diselenggarakan oleh Yayasan Newtown Pasadena.

Dia memutuskan untuk membuat tiruan perhiasan Tiffany & Co untuk pameran dengan meletakkan obat yang berbeda di tempat berlian, rubi dan zamrud bersama dengan potongan-potongan lainnya.


Penonton sangat antusias dengan perhiasan yang dibuatnya, sehingga Braig banyak menrima permintaan untuk membuat perhiasan serupa, sejak saat itulah dia memulai karirnya dansekarang dia dijuluki desainer perhiasan obat.

Tujuh tahun setelah melakukan pengobatan, Braig sekarang bebas kanker, namun ia masih memiliki tagihan medis yang belum dibayar.

Perhiasan dari obat yang dia ciptakan dari pil mahalnya untuk melawan kanker yang sudah tidak terpakai dan yang disumbangkan oleh teman-temannya, membantu untuk membiayai dirinya dan melunasi hutang-hutangnya.

Menjual karya seni yang unik dari harga $15 sampai $150, dan salah satu bagian yang paling populer adalah sebuah liontin yang diletakkan pil Viagra di tengah.


sumber

Baca Selengkapnya ....

Niat menolong Malah dituduh... kasian Gan

Posted by redict Monday, January 30, 2012 0 comments
Yue Yue, bocah yang mengalami kecelakaan ditabrak mobil hingga memancing perhatian masyarakat dunia, telah meninggal dunia. Sementara itu, Chen Xianmei, wanita yang menolongnya pertama kali, memilih untuk meninggalkan tempat tinggalnya karena dituduh mencari popularitas. Kasus tabrak lari seorang anak berumur 2 tahun yang kemudian dibiarkan terkapar begitu saja oleh masyarakat sekitarnya telah menyita perhatian dunia. Kini anak malang itu yang bernama Yue Yue atau Wang Yue, telah meninggal dunia. Kepergiannya meninggalkan luka serius bagi sejarah kemanusiaan di China.


Chen Xianmei, wanita yang menolongnya pertama kali, memilih untuk meninggalkan tempat tinggalnya
karena dituduh mencari popularitas.
Orang-orang yang terlibat dalam kasus ini diekspos secara habis-habisan, baik itu pengemudi yang menabrak, maupun orang-orang yang menunjukan sikap tak pedulinya dalam rekaman kamera CCTV. Kita tentu berharap kasus ini akan menjadi cermin bagi masyarakat di sana untuk lebih memperhatikan sisi manusiawi mereka. Namun sayangnya, harapan itu masih terlalu jauh.



Ketika Yue Yue terbaring tak berdaya di lokasi kejadian, hanya ada satu orang yang peduli dengan kondisi gadis itu. Ia adalah Chen Xianmei. Mungkin berkat Chen, Yueyue masih sempat dirawat di rumah sakit selama sepekan sebelum gadis malang itu menghembuskan nafasnya yang terakhir.

http://www.lembaga.us/2011/11/sungguh-mengenaskan-niat-menolongwanita.html

Baca Selengkapnya ....
Tema design by Bamz | Copyright of TIL TOL - Info Unik Aneh Lucu Nyetil Pasti NyantoL .