Yue Yue, bocah yang mengalami kecelakaan ditabrak mobil hingga memancing perhatian masyarakat dunia, telah meninggal dunia. Sementara itu, Chen Xianmei, wanita yang menolongnya pertama kali, memilih untuk meninggalkan tempat tinggalnya karena dituduh mencari popularitas. Kasus tabrak lari seorang anak berumur 2 tahun yang kemudian dibiarkan terkapar begitu saja oleh masyarakat sekitarnya telah menyita perhatian dunia. Kini anak malang itu yang bernama Yue Yue atau Wang Yue, telah meninggal dunia. Kepergiannya meninggalkan luka serius bagi sejarah kemanusiaan di China.
Chen Xianmei, wanita yang menolongnya pertama kali, memilih untuk meninggalkan tempat tinggalnya karena dituduh mencari popularitas. Orang-orang yang terlibat dalam kasus ini diekspos secara habis-habisan, baik itu pengemudi yang menabrak, maupun orang-orang yang menunjukan sikap tak pedulinya dalam rekaman kamera CCTV. Kita tentu berharap kasus ini akan menjadi cermin bagi masyarakat di sana untuk lebih memperhatikan sisi manusiawi mereka. Namun sayangnya, harapan itu masih terlalu jauh.
Ketika Yue Yue terbaring tak berdaya di lokasi kejadian, hanya ada satu orang yang peduli dengan kondisi gadis itu. Ia adalah Chen Xianmei. Mungkin berkat Chen, Yueyue masih sempat dirawat di rumah sakit selama sepekan sebelum gadis malang itu menghembuskan nafasnya yang terakhir. http://www.lembaga.us/2011/11/sungguh-mengenaskan-niat-menolongwanita.html
GADIS JEPANG INI RELA MEMPERTONTONKAN TUBUHNYA HANYA DEMI KEPOPULERAN SEMATA, KITA TAHU DI INDONESIA BANYAK SEKALI YANG SEPERTI INI, CONTOH NYA BAND ORGAN TUNGGAL YANG SELALU MENAMPILKAN CEWEK CEWEK SEKSI lihat disini gan, WKAKWKAWKAWKAKW. ENTAH MAU JADI APA DUNIA INI
Inilah foto hakcer sendang bertem gila sungguh sangat jorok banget yah....ketahuan kalau kutu komputer banget...spertinya jarng mandi tuh orang hhhahah
Wanita Suku Apatani, di India Apatani dataran tinggi, terkenal karena colokan hidung aneh mereka telah memakai sejak waktu yang lama berlalu.
Salah satu tradisi yang cepat memudar ke dalam kabut waktu adalah colokan hidung tradisional Apatani, dikenakan oleh sebagian besar wanita tua di dalam suku. Ada sekali waktu ketika setiap wanita harus mengenakan aksesoris ini aneh, tapi sejak pertengahan abad ke-20, kebiasaan ini mulai mati. Menurut Apatani, plug hidung lahir sebagai cara untuk melindungi perempuan dari suku. Rupanya, Apatani perempuan selalu dianggap yang paling indah di antara suku-suku Arunachal, desa mereka terus-menerus diserbu oleh suku-suku tetangga, dan para perempuan diculik.